SELAMAT DATANG DI PUSAT TOKO BAJU ONLINE INDONESIA

KAMI PUSAT TOKO BAJU ONLINE INDONESIA KOLEKSI TER UPDATE || Cari baju model terbaru, terkini dan ter update dengan banyak sekali pilihan koleksinya, kamu berada pada situs yang tepat dimana kita adalah pusatnya toko baju online. kami menjual baju, celana, kaos, sepatu, sandal, tas, aksesoris dll. terlengkap untuk cowok atau cewek.

MENGUTAMAKAN PERSAHABATAN, KEMITRAAN YANG BAIK, JUJUR, DAN AMANAH || SEMOGA BERKAH

www.toko-baju-online.com



LIHAT KOLEKSI TERBARU
http://www.toko-baju-online.com/category/pakaian-wanita/

http://www.toko-baju-online.com/category/pakaian-pria/




baju cewek bandung
tas distro murah
Sepatu Cewek Murah Bagus

Toko Baju Cowok Murah DI bandung
Sepatu Cowok Cakep dan murah
Tas Cowok Bandung Kuwalitas Distro



http://www.toko-baju-online.com/

LIKE Facebook Kita Dapatkan Koleksi Terbaru TOKO BAJU ONLINE terpercaya Indonesia



TESTIMONI
Lihat Testimoni Kita Klik Disini

TERIMA KASIH ...

Labels

Artikel Unik Keren Amazing Hebat aneh Serem Kocak Animals Pengetahuan Misteri Ngeri Bahaya Aneh Banget Artis Religi Sexy Download Free Jaket & Blazer Renungan Berduka Film Kesehatan Tau Gak Sih Kejam Celana Jogger LEVIS Dahsyat Jaket Jeans Sejarah Tips Cinta Biadab Cinta Dewasa Fakta Foto Unik Sedih Spesies Baru Tekno Teknologi Tips travel Celana Chino Celana Jeans Kemeja Makanan Naruto PEnyakit asmara gambar aneh Alam Celana Celana Pendek Jaket Parka Perang Sehat Selebriti Soal Asmara bugil seni Abg Mesum Animasi Cantik Dunia Hewan Ikan langka Ikan unik Jaket Cewek Multimedia Obat Olah Raga Pakaian Wanita Pemanasan Global Sepatu Sepatu Cewek Tindak Pidana Tips Kecantikan Tips wajah Traffic Tips Tumbuhan Unik wanita Afrika Selatan Alay Alkohol Anti Virus Arti Bajaj Berita Blouse Browser and Downloader Bunga Bunga Mawar CHEAP MONDAY Celana Cewek Cewek Chord Lagu Couple Couple Batik Cowok Dermawan Design Graphich Dompet Dunia Otomotif Hal Berbeda Hal unik Indonesia Hewan Langka Hewan Unik Hitungan Angka Ikan cantik Indonesia Islam Jilbab Kedokteran Komunisme Legenda Lesbian Love Matematika Menghilangkan jerawat Minuman Mobil Nama Bayi Otomotif Pemain Bola Pemerkosaan PengKesehatan Pengobatan Penyakit langka Pesawat Pesawat Tempur Pohon Rokok Sandal Sejarah Islam Seks Senjata Sepatu Boots Sepatu Kerja Sold out Sumpah System Utility Tas Tas Selempang Tas Wanita Tidur Tips Kesehatan Tips ML Vidio Lucu Hewan Virus Wanita aneh bangunan unik bbm geografi huan inofasi aneh mistik motor seksi serimbit sesat wisata

Ciheulang, Kampung yang Melarang Penduduknya Untuk Nonton TV

Ciheulang, Kampung yang Melarang Penduduknya Untuk Nonton TV

sang kepala desa kampung Ciheulang
Di atas peta Pulau Jawa, jarak Kampung Ciheulang dengan pusat pemerintahan republik ini hanya sebuku jari telunjuk orang dewasa. Namun, dalam hal akses informasi, jarak yang terentang sungguh teramat jauh, bagai langit dan bumi.
Jangankan bicara soal internet dengan fenomena Twitter dan Facebook-nya, untuk bisa menikmati siaran radio dan televisi pun bukan perkara gampang. Sebab, hingga hari ini masih ada larangan bagi warga kampung yang berada di wilayah Desa Dago, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu untuk memiliki perangkat radio dan televisi.
”Kalau ingin nonton televisi, sekadar cari hiburan, saya dan kawan-kawan pergi ke kampung lain. Itu pun harus secara sembunyi-sembunyi,” kata seorang pemuda berusia belasan tahun yang tidak bersedia ditulis namanya, akhir pekan lalu.
Bukan saja berbagai isu yang menghebohkan negeri ini—sebutlah seperti kasus Bank Century atau penahanan dua pemimpin KPK, Bibit-Chandra—tidak sampai ke telinga warga, nama dan sosok para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu pun sebagian besar tidak mereka ketahui.
Bahkan, informasi terkait gerakan wajib belajar sembilan tahun juga tidak dipahami oleh warga. Hanya segelintir warga Dago yang berpendidikan hingga SMP, kebanyakan cuma lulusan SD atau madrasah ibtidaiyah.
”Jangan coba-coba membeli televisi, radio, atau barang-barang yang ber-speaker. Kalau ketahuan, barang elektroniknya bisa dibakar. Ini benar-benar sudah pernah terjadi di sini,” kata Mahpud Saripudin, Kepala Desa Dago.
Desa Dago berpenduduk 5.894 jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 3.000 jiwa tinggal di Ciheulang yang berbukit-bukit. Lantaran adanya larangan—tentu saja tidak tertulis—memiliki radio dan televisi, juga segala bentuk barang elektronik yang berpengeras suara, Ciheulang akhirnya terkenal dengan julukan ”kampung aspek” alias anti-speaker.
Sebagai kepala desa, Mahpud mengaku tidak bisa mengubah aturan yang ada di kampung ini. Tokoh-tokoh masyarakat Ciheulang yang melarang adanya televisi dan radio di sana ternyata lebih berkuasa untuk mengatur masyarakat setempat. ”Alasannya, kata mereka, televisi dan radio bisa membuat warga lupa mengingat Tuhan,” tuturnya.
Larangan memiliki televisi dan radio sudah berlangsung lama, sejak barang elektronik itu ada di pasar sekitar desa mereka. Alhasil, selama ini pengetahuan dan informasi hanya diperoleh dari mulut ke mulut atau dari bahan bacaan. Itu pun kalau ada.
Bantuan pembaca
Dengan memilih membaca dan tidak menonton televisi, logikanya mereka menjadi sangat kaya pengetahuan. Bukankah ada ungkapan bahwa membaca adalah jendela ilmu pengetahuan?
Kenyataannya tidaklah demikian. Warga sulit mendapatkan bahan bacaan, baik buku maupun surat kabar atau majalah yang memuat informasi terkini.
Buku bacaan dan surat kabar hanya dijual di Parung Panjang, ibu kota kecamatan yang berjarak sekitar 9 kilometer dari Desa Dago. Jalan yang rusak membuat perjalanan semakin memakan waktu lebih lama.
”Kalau ada yang ingin baca koran, ya, nitip tetangga yang akan pergi ke Parung Panjang. Kalau enggak, ya, tidak baca koran berbulan-bulan,” tutur seorang warga yang mengaku jarang sekali membaca surat kabar. Isu politik yang ia dapat hanya berasal dari mulut ke mulut sehingga masalah yang belum jelas duduk perkaranya menjadi semakin simpang siur di telinga warga.
Dongeng anak-anak menjelang tidur sejak dulu juga tidak bertambah. Tidak ada bacaan lain yang memperkaya cerita anak-anak.
Cerita tentang Gunung Dago dan Ki Jiam, tokoh kampung yang mereka yakini paling disegani semua makhluk pada masa silam, hingga kini masih menjadi cerita untuk anak-anak mereka. Malah tidak sedikit warga yang melintasi hutan sekitar kampung masih mengucap kalimat semacam mantra seperti ini, ”Punteun.... Jangan ganggu saya lewat, saya masih keturunan Ki Jiam.”

kompas.com

www.masbro7.com